Science Club

Sain

Sains, sebagai pondasi dan mesin teknologi, telah dan masih menjadi senjata rahasia Barat yang canggih. Mengingat ia merupakan usaha keras yang abstrak dan tak nampak, adalah mudah untuk melupakan dan menyepelekan betapa pentingannya sains. ltulah mengapa bangsa-bangsa Islam atau Timur salah kaprah mengidentifikasi peradaban Barat dengan piranti-piranti teknologis seperti kendaraan, alat-alat us­trik, televisi, radio, telepon, pesawat, sen­jata nuklir, dan sebagainya, dan mencoba untuk mengimitasinya yang pada akhirnya merugikan mereka sendiri. Kita harus sa­dar bahwa sains itu bukan teknologi. Sains berhubungan dengan ide-ide dalam cara-­cara yang abstrak sementara teknologi bertujuan memproduksi benda-benda yang dapat digunakan untuk meningkatkan taraf hidup. Dengan kata lain, teknologi meru­pakan aplikasi pengetahuan ilmiah, dan tanpa pemahaman dan penguasaan lan­dasan ilmiah, hanya memproduksi piran­ti-piranti teknologis melalui imitasi adalah sangat berisiko. Kalau bangsa-bangsa Mus­lim atau Timur tidak mengambil alih kepemimpinan ilmiah dan Barat, supre­masi Barat dalam teknologi berbasis sains akan terus berlanjut.

Umat Islam Pionir Sains Modern

Asal-usul sains modern, atau Revolu­si Ilmiah, berasal dan peradaban Islam. Memang sebuah fakta, umat Islam adalah pionir sains modern. Jikalau mereka tidak berperang di antara sesama mereka, dan jika tentara Kristen tidak mengusirnya dan Spanyol, dan jika orang-orang Mongol tidak menyerang dan merusak bagian-bagi­an dan negeri-negeri Islam pada abad ke­13, mereka akan mampu menciptakan se­orang Descartes, seorang Gassendi, seor­ang Hume, seorang Copernicus, dan se­orang Tycho Brahe, karena kita telah me­nemukan bibit-bibit filsafat mekanika, em­pirisisme, elemen-elernen utama dalam heliosentrisme, dan instrumen-instrumen Tycho Brahe, dalam karya-karya Al-Ghazãli, lbn Al-Shãtir, para astronom pada observatorium Maragha, dan karya-karya Takiyuddin. (Ditulis Oleh Cemil Akdogan)

IGBS Darul Marhamah mempunyai kegiatan ekskul di bidang Science Club.