SILATURAHMI IEDUL FITRI AL-IRSYAD

Keluarga Besar Al-Irsyad Al Islamiyyah mengadakan malam Silaturahmi Iedul Fitri 1438 H, yang di hadiri oleh :

- Menteri Agama RI (Ustadz Lukman Hakim Syaifuddin), Ketua Umum MUI (KH. Ma'ruf Amin), Prof. Dr.Din Syamsuddin

Haflah Ied 2 Haflah Ied 3 Haflah Ied 7 Haflah Ied 1

Beberapa sambutan dari Menteri Agama dan Ketua MUI :

 

Sambutan Menteri Agama RI - Ustadz Lukman Hakim Syaifuddin

Yang saya muliakan para alim, ulama, syaikh. Yang kami hormati Kyai Haji Abdullah Jaidi, ketua umum Al Irsyad, Kyai Haji Din Syamsuddin dewan pertimbangan MUI Pusat.

Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan selamat hara raya Iedul Fitri, mudah-mudahan kita kembali kepada fitrah dan kembali menjadi orang-orang yang mampu dalam menjalankan peran sebagai hamba Allah dan Khalifatullah.

Saya pun meminta maaf karena tentu banyak harapan-harapan yang mungkin belum saya penuhi yang saya yakini tentu itu adalah harapan-harapan mulia agar kualitas keagamaan kita di Indonesia ini semakin membaik.

Di acara Silaturahim pada moment ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Al Irsyad yang telah memiliki kiprah panjang termasuk tentunya tokoh Al Irsyad yakni Syaikh Ahmad Surkati yang telah memiliki ide-ide pembaharuan dan kini kita bisa memetik hasil karenanya.

Al Irsyad telah turut aktif menjadi kehidupan beragama kita yang tentu harus kita rawat di masa yang akan datang.

Pada hari-hari ini tantangan ummat Islam semakin tajam karena rivalitas kita semakin besar. Allah tidak lagi menciptakan lahan, hutan dan lautan. Tidak bertambah, malainkan menyusut entah karena faktor cuaca maupun ulah tangan manusia.

Jadi, tanpa masalah persoalan budaya, politik, sosial pun rivalitas semakin tajam karena persaingan kita semakin tinggi sebab terbatasnya sumber daya berkompetisi dengan manusia yang semakin banyak dan kompleks.

Agama dalam kondisi tertentu juga masuk dalam rivalitas itu, karena agama memiliki kemampuan dalam agitasi dan sebagainya. Karena spirit kita harus tidak boleh mundur dan berpaling dari spirit Islam yang Rahmatan lil alamin.

Ada kecenderungan upaya fihak-fihak tertentu untuk merenggangkan ukhuwah Islamiyah antar ummat Islam, antar ummat dengan pemerintah maupun antar ormas Islam.

Saya dalam kesempatan ini ingin mengingatkan bahwa pemerintah sama sekali tidak memiliki keinginan untuk memarginalkan ormas Islam.

Ada satu-dua ulama yang terkena masalah hukum seakan-akan itu adalah kriminalisasi. Hakikatnya kita tidak bisa terlalu mudah menyimpulkan.

Sama dengan misalnya ucapan-ucapan 1 atau 2 orang anggota DPR tidak lah bisa dianggap langsung mewakili DPR, disinilah semestinya harus ada Tabayyun.

Semoga di usia ke -103 Allah berikan kekuatan pada pengurus, tokoh dan masyarakatnya sehingga kontribusi Al Irsyad semakin terasa oleh bangsa Indonesia.

---------------------------------------------

 

Sambutan 2 - Prof. Dr.Din Syamsuddin


Kegiatan silaturahim ini harusnya tidak hanya menjadi agenda tahunan, tapi juga agenda Bulanan bahkan Harian.

Karenanya konsep ukhuwah harus kita miliki dalam suasana seperti ini dan jangan kita seperti buih dilautan disebabkan oleh bercokolnya 1 penyakit yaitu Wahn "cinta dunia dan takut mati"

Terakhir saya menyatakan Ummat Islam di Indonesia merasa terpuruk, tertekan dan tertuduh. Ada beberapa indikator, pertama ekonomi yang banyak tidak dikuasai oleh muslimin.

Bahkan saya mendengar dan masih saya mau konfirmasi Dari 40 SMA terbaik Indonesia ternyata belum masuk sekolah yang dikelola oleh ormas Islam.

Sayangnya dengan kondisi seperti ini ummat Islam masih sulit bersatu padahal kita punya 1 tujuan yang sama yaitu kejayaan Islam dan Ummat Islam.

Silahkan dengan cara yang berbagai ragam, berbagai pintu tapi kita akan berjumpa di tengah jalan demi kejayaan Islam.

Dan kita harus tegas kepada kaum kafir dan berkasih sayang kepada sesama kita, jangan dibalik tegas kepada kaum muslimin namun berkasih sayang kepada kaum kafir.

Dan pesan saya kepada Al Irsyad "saatnya Al Irsyad mengajak ormas-ormas lain untuk membangkitkan ekonomi karena sejak dahulu saya melihat Al Irsyad punya kekuatan ini"

Kuasailah ekonomi bangsa ini agar tidak hanya dikuasai oleh segelintir orang agar apa?agar para ulama tidak mudah dibeli!

----------------------

 

Tausiah KH. Ma'ruf Amin - Ketua Umum MUI

Tiap kita ada perbedaan, dalam perbedaan harus ada toleransi karena perbedaan harus di tolerir tapi kalau penyimpangan harus diluruskan.

Sederhananya, kalau ada yang tahiyat goyang-goyang dan lurus saja maka ini harus ada toleransi. Tapi kalau Tahiyatnya seperti ini (lima jari digerak-gerakkan) maka harus diluruskan.Maka tidak boleh ada sikap-sikap yang intoleran sepanjang dalam wilayah perbedaan.

Maka ketika ada Ahmadiyah, ini bukan perbedaan tapi penyimpangan. Ummat ini harus di jaga dari aqidah-aqidah yang menyimpang.

Bayangkan ketika ada orang yang katanya bisa menggandakan uang, itu yang ikut bukan hanya orang awam bahkan ada profesor-doktor. Ketua komisi di MUI pusat lagi. Ketika kita tegur dan meminta memilih dia pilih mundur dari MUI.

Jangan ada ego dan fanatik kelompok apalagi sampai pada level takfiri, sampai pada mengkafirkan orang lain yang tidak sejalan dengannya.

Syariah ada dua macam, ada yang ada nashnya ada yang ijtihad. Nash itu terbatas namun peristiwa-peristiwa terus bertambah sehingga banyak ijtihad, di Majelis ulama ada komisi Fatwa.

Butuh penafsiran, tapi bukan penafsiran yang liberal! Ada kelompok yang tidak bisa menganggap adanya perubahan dan harus ikut titik komanya, ada juga yang liberal yang menganggap sesuatu bisa berubah kapan saja.

Kita yang tengah-tengah saja, pertama gunakan pendekatan santun, harus sukarela ; jangan maksa-maksa, intimidasi, ancaman, teror.

Ada radikalisme agama, ada radikalisme sekuler. Yang radikalisme sekuler ini bahaya juga, Islam di Masjid aja jangan di politik. Nah ini bahaya, kalau partai ga ada agamanya maka akan terjadi politik transaksional.

Hasyim Asy'ari pernah berkata " telah melemah jiwa perpolitikan pada ummat Islam bahkan hampir mati" harusnya agama menjadi sumber inspirasi, agama menjadi jiwa politik. Jangan sampai ada penyingkiran agama dari sini.

Ummat Islam lemah, dalam hal ekonomi kita lemah. Karenanya MUI mengadakan kongres ekonomi Umat.

Kita bangun ekonomi Umat dan pak presiden sudah setuju. Kita akan adakan kongres dengan tema "arus baru ekonomi Ummat" agar ummat ini mandiri dan tidak menjadi objek dari yang lain.

MUI diharapkan menjadi tenda besar dari ormas-ormas. Tapi memang ada ormas yang sangat keras, ada yang lembek. Maka sekarang kita berharap bisa melembekkan yang terlalu keras dan agak mengeraskan yang terlalu lembek.

Disamping menjaga dan menyatukan, ummat Islam punya tanggung jawab menjaga negara. Ketika ada Imam Bonjol, pangeran diponegoro katanya belum ada polisi.

Itu kebangkitan agama, itu kebangkitan para ulama yang melakukan perlawanan. Mereka yang belajar di Makkah pulang ke Indonesia mendirikan pesantren dan melakukan perlawanan.

Saat NICA kembali, Kyai Hasyim Asy'ari mengeluarkan resolusi Jihad. Ummat ini sudah memberikan kewajibannya, haknya yang belum. Pendiri negara ini para ulama dan santri. Artinya ummat islam ada saham, harusnya dapat deviden.

Dan harus proporsional, ini ada mentri agama. Harus proporsional yang gemuk dapat baju yang gede dan yang kurus dapat yang kecil. Ini kewajiban kita, semoga bisa mengkoreksi langkah-langkah kita menjadi lebih baik lagi.

Amiin
Syukran
Humas IGBS Darul Marhamah Al Irsyad Al Islamiyah